“Kompetisi itu jantungnya pembinaan”, kalimat yang pernah terucap dari seorang guru besar ilmu keolahragaan dalam sebuah proses perkuliahaan yang penulis ikuti. Kata jantung yang sesungguhnya adalah salah satu organ tubuh yang mempunyai peran vital bagi kehidupan setiap manusia. Sedangkan kata “jantung” dalam kalimat tersebut merupakan ungkapan betapa pentingnya peran dari sebuah kompetisi terhadap pembinaan olahraga sejak usia dini. Pendapat tentang begitu pentingnya peran kompetisi juga disampaikan oleh Agum Gumelar, mantan ketua umum PSSI dan KONI pusat dalam sebuah wawancara di sebuah harian nasional. Menurut Agum Gumelar, atlet akan menjadi besar karena kompetisi dan suatu tim akan menjadi besar karena kompetisi. Kompetisi merupakan ajang untuk mewujudkan hasil latihan.

Dalam rangka pembinaan olahraga sejak dini, di Indonesia secara rutin diselenggarakan pekan olahraga pelajar setiap tahunnya. Pekan olahraga pelajar merupakan wujud nyata sebuah kompetisi olahraga bagi pelajar baik di tingkat pendidikan dasar (SD), menengah (SMP) dan atas (SMA). Ajang tahunan ini merupakan ajang yang berjenjang dan berkelanjutan, pelaksanaan pekan olahraga pelajar diawali dari tingkat daerah/kabupaten, kemudian dilanjutkan tingkat provinsi, dan kemudian tingkat nasional.
Pekan olahraga pelajar daerah (POPDA) Kabupaten Klaten yang akan menjadi ajang kompetisi bagi pelajar di Kabupaten Klaten, dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2013 s.d 01 Maret 2013. Dalam waktu 4 hari tersebut, sekitar 3000 atlet dari 26 kecamatan akan berkompetisi secara sportif untuk menjadi yang terbaik. Sebanyak 16 cabang olahraga (cabor) dengan total 307 pertandingan akan digelar dalam ajang tersebut. Cabor yang dipertandingkan dalam POPDA tahun 2013 ini adalah sepakbola, bola voli, sepak takraw, bola basket, bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, catur, bridge, karate, atletik, renang, senam artistik, senam ritmik, pencak silat, dan tae kwon do.

Harapan yang disemburkan dari ajang POPDA Kabupaten Klaten 2013 ini, adalah kesuksesan dalam pembentukan karakter atlet dan tentu saja kesuksesan prestasi. Olahraga bukan sekedar kegiatan yang berorientasi kepada faktor fisik belaka, olahraga juga dapat melatih sikap dan mental. Atas dasar tersebut, diharapkan POPDA menjadi arena yang kompetitif di mana setiap atlet berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam usaha menjadi yang terbaik. Dengan situasi kompetisi yang tercipta tersebut, dapat melatih nilai-nilai karakter seperti keberanian, kemauan berusaha, dan kerja keras pada diri atlet. Namun lebih dari itu, dalam usaha mencapai prestasi tertinggi haruslah dengan sportif. Sportivitas merupakan nilai luhur dari olahraga yang harus dilestarikan. Hal ini penting, mengingat dalam POPDA sering terjadi kasus pencurian umur yang jelas-jelas menodai nilai sportivitas olahraga. Dari sisi prestasi, diharapkan ajang POPDA Kabupaten Klaten 2013 ini akan melahirkan atlet-atlet masa depan Kabupaten Klaten yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Oleh:
Agung Widodo, S.Pd.